Do not seek to discover or discuss the evil in others

2.7.10

Gw mao bagi cerita dikit nih
pasti semua orang pernah dong ngomongin kejelekan orang lain..
yang ga di kenal kek, ketemu 1 kali di jalan
atau sampai saudara dan teman baik kita sendiri..
kebiasaan satu nih susaah banget pasti nya di ubah
dan jujur ajhe gw sendiri juga pasti perna begitu
oleh karena itu, baca deh notes ini.. semoga bisa membuat sadar orang2

Yakobus James 4:11-12
Matius Matthew 5:43-48

“Saudara-saudaraku, janganlah kamu saling memfitnah”

“Saudara-saudaraku, janganlah kamu saling memfitnah!
Barangsiapa memfitnah saudaranya atau menghakiminya,
ia mencela hukum dan menghakiminya; dan jika engkau menghakimi hukum,
maka engkau bukanlah penurut hukum, tetapi hakimnya.
Hanya ada satu Pembuat hukum dan Hakim, yaitu
Dia yang berkuasa menyelamatkan dan membinasakan.
Tetapi siapakah engkau, sehingga engkau mau menghakimi sesamamu manusia?” (Yak. 4:11-12).
Yakobus kembali berbicara tentang lidah – perkataan kita. Ada banyak percekcokan di gereja.
Keinginan yang tidak kudus untuk mengungguli orang lain telah membawa kepada fitnah dan saling merendahkan satu sama lain. Banyak orang dalam gereja mengadopsi roh menghakimi (Yak. 3:1).
Satu sama lain saling mengutuk (Yak. 3:10).
Ada iri hati dan mementingkan diri sendiri dalam gereja (Yak. 3:14).
Roh mengkritik sangatlah menghancurkan dan harus dihentikan.
Kata katalaleo secara literal berarti “berkata melawan” digunakan tiga kali di sini, dan ketiga-tiganya ditulis dalam bentuk sekarang. Bentuk sekarang berarti tindakan berkelanjutan.
Ada fitnah yang berkelanjutan satu sama lain. Jadi perintah disini mungkin diterjemahkan sebagai berikut, “Hentikan sekarang juga kebiasaanmu membicarakan keburukan orang lain.”

Dengan membicarakan kejahatan seorang saudara, seseorang benar-benar
melawan hukum Allah, yaitu, hukum kasih. Mereka telah mengutuk satu sama lain
demi alasan yang tidak lain adalah untuk mempromosikan diri sendiri.
Telah diajarkan dalam para ahli agama Yahudi “Kasihilah sesamamu manusia
dan bencilah musuhmu” (Mat. 5:43). Allah tidak pernah mengajarkan
umat-Nya untuk membenci musuh-musuh mereka.
Keluaran 23:4 berkata, “Apabila engkau melihat lembu musuhmu atau keledainya yang sesat,
maka segeralah kaukembalikan binatang itu.” Amsal. 24:17 berkata,
“Jangan bersukacita kalau musuhmu jatuh, jangan hatimu beria-ria kalau ia terperosok.
” Allah berkata kepada umat-Nya untuk mengasihi musuh-musuh mereka.
Yesus memerintahkan, “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka
yang menganiaya kamu” (Mat. 5:44). Jika mereka harus mengasihi musuh-musuh
mereka yang adalah di luar iman, betapa lebihnya lagi kita
harus mengasihi saudara-saudara seiman sendiri.

PERTANYAAN: Apakah menghakimi selalu salah?
DOAKAN: Tuhan, tolong saya untuk menghakimi diri sendiri terlebih dahulu sebelum menghakimi orang lain.

Jangan Cari Keburukan Orang Lain

Do not seek to discover or discuss the evil in others, for the attempt will tarnish your own mind.
When you are engaged in searching for the faults and the failings of others,
you are paving the way for developing those faults and failings in yourself.
Dwell on the good in others, and in time, it will prove to be an asset to you.
The goodness latent in you shall then be urged to sprout and blossom.


Jangan mencari-cari atau membicarakan keburukan dalam diri orang lain,
karena kelakuan seperti itu akan menodai pikiranmu sendiri.
Ketika engkau sibuk dalam usaha mencari
kesalahan dan kegagalan orang lain,
engkau sedang membangun jalan untuk mengalami
kesalahan dan kegagalan itu pada dirimu sendiri.
Selamilah kebaikan dalam diri orang lain, dan pada waktunya nanti,
hal itu akan tebukti menjadi sesuatu yang berguna bagi dirimu sendiri.
Kebaikan yang ada di dalam dirimu akan tumbuh semakin besar dan mekar.

You Might Also Like

0 ♥comments

About Me

About [span]me[/span]

Miharu Julie is an Indonesia Blogger

Mostly shares about Beauty, Fashion, Cosplay, Travel. Loves: Korea Cosmetics and Japan Fashion

Contact: Miharu.Julie@yahoo.com



Like us on Facebook